Ironi 2 Wanita Thailand yang Diperbudak Jadi Pekerja Seks di Australia
Ironi 2 Wanita Thailand yang Diperbudak Jadi Pekerja Seks di Australia
Seorang wanita di Sydney, Australia, dijatuhi vonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Distrik di Negara Bagian New South Wales (NSW).
Sebelumnya, terdakwa yang bernama Rungnapha Kanbut (57 tahun) ini pada Mei lalu telah dinyatakan bersalah oleh juri, namun vonisnya baru diputuskan pada Jumat, 15 November 2019. Ia terbukti bersalah karena memperbudak dua wanita Thailand untuk menjadi pekerja seks di Sydney pada 2004 dan 2005.
Dalam melakukan perbuatannya, seperti diberitakan ABC Indonesia yang dikutip Sabtu (16/11/2019), Kanbut mengambil dan menahan paspor kedua korban, serta mengklaim mereka berutang sebesar 45.000 dolar Australia (sekitar Rp 450 juta).
Selama persidangan, terungkap bahwa terdakwa memberi tahu kedua korbannya agar mereka "bekerja" paling tidak 5 bulan untuk menutupi utang tersebut.
Dalam kesaksiannya, kedua korban mengaku didatangkan ke Sydney oleh seorang pria yang mereka kenal sebagai "Chang". Pria ini, kata para korban, mengambil foto-foto mereka dalam keadaan telanjang dan selalu diancam untuk disebarluaskan jika menolak mengikuti kehendaknya.
Salah satu korban mengaku seringkali harus bekerja lebih dari 12 jam sehari di berbagai tempat pelacuran di Sydney dan hanya diperbolehkan mengambil 5 sampai 10 dolar dari pembayaran pelanggan.
Dia pun menceritakan adanya pelanggan yang memperlakukannya dengan buruk, termasuk memukuli bagian tertentu tubuhnya.
Setiap kali korban menyampaikan hal itu ke terdakwa, dia hanya diminta untuk "tahan saja sampai waktunya habis, barulah mereka boleh mengusir pelanggan itu."
Kanbut juga selalu memperingatkan kedua wanita itu agar tidak melarikan diri, dan mengancam akan mendeportasi dari Australia.
Masih Punya Belas Kasih
Sementara itu, korban kedua menjelaskan, cobaan yang dialaminya menimbulkan rasa sakit mendalam sehingga dia akan membawa luka ini sepanjang hidupnya.
Hakim Nanette Williams yang mengadili kasus ini menyatakan Kanbut memang punya belas kasihan kepada kedua wanita korbannya serta masih bisa direhabilitasi.
Tapi, kata Hakim Williams, terdakwa secara efektif telah menjadikan para korban hidup dalam penjara tanpa jeruji.
Menurut hakim, peran terdakwa dalam operasi kasus ini sangat dan terlibat secara langsung.
"Mereka yang melibatkan diri dalam perbudakan mengambil manfaat finansial sangat besar dari mereka yang diperbudak," katanya.
Hakim Williams menjatuhkan vonis maksimum delapan tahun dua bulan hukuman penjara, yang akan berakhir pada Agustus 2027.
Terdakwa Kanbut juga dituntut dengan dua dakwaan dengan sengaja memiliki budak, yang diancam hukuman 25 tahun penjara.
Menurut psikiater yang memeriksa terdakwa dan didengar keterangannya dalam persidangan, Kanbut yakin para juri telah keliru dan hanya mendengar cerita sepihak saja.
Dia baru berhak mengajukan pembebasan bersyarat pada Agustus 2024.
Seorang wanita di Sydney, Australia, dijatuhi vonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Distrik di Negara Bagian New South Wales (NSW).
Sebelumnya, terdakwa yang bernama Rungnapha Kanbut (57 tahun) ini pada Mei lalu telah dinyatakan bersalah oleh juri, namun vonisnya baru diputuskan pada Jumat, 15 November 2019. Ia terbukti bersalah karena memperbudak dua wanita Thailand untuk menjadi pekerja seks di Sydney pada 2004 dan 2005.
Dalam melakukan perbuatannya, seperti diberitakan ABC Indonesia yang dikutip Sabtu (16/11/2019), Kanbut mengambil dan menahan paspor kedua korban, serta mengklaim mereka berutang sebesar 45.000 dolar Australia (sekitar Rp 450 juta).
Selama persidangan, terungkap bahwa terdakwa memberi tahu kedua korbannya agar mereka "bekerja" paling tidak 5 bulan untuk menutupi utang tersebut.
Dalam kesaksiannya, kedua korban mengaku didatangkan ke Sydney oleh seorang pria yang mereka kenal sebagai "Chang". Pria ini, kata para korban, mengambil foto-foto mereka dalam keadaan telanjang dan selalu diancam untuk disebarluaskan jika menolak mengikuti kehendaknya.
Salah satu korban mengaku seringkali harus bekerja lebih dari 12 jam sehari di berbagai tempat pelacuran di Sydney dan hanya diperbolehkan mengambil 5 sampai 10 dolar dari pembayaran pelanggan.
Dia pun menceritakan adanya pelanggan yang memperlakukannya dengan buruk, termasuk memukuli bagian tertentu tubuhnya.
Setiap kali korban menyampaikan hal itu ke terdakwa, dia hanya diminta untuk "tahan saja sampai waktunya habis, barulah mereka boleh mengusir pelanggan itu."
Kanbut juga selalu memperingatkan kedua wanita itu agar tidak melarikan diri, dan mengancam akan mendeportasi dari Australia.
Masih Punya Belas Kasih
Sementara itu, korban kedua menjelaskan, cobaan yang dialaminya menimbulkan rasa sakit mendalam sehingga dia akan membawa luka ini sepanjang hidupnya.
Hakim Nanette Williams yang mengadili kasus ini menyatakan Kanbut memang punya belas kasihan kepada kedua wanita korbannya serta masih bisa direhabilitasi.
Tapi, kata Hakim Williams, terdakwa secara efektif telah menjadikan para korban hidup dalam penjara tanpa jeruji.
Menurut hakim, peran terdakwa dalam operasi kasus ini sangat dan terlibat secara langsung.
"Mereka yang melibatkan diri dalam perbudakan mengambil manfaat finansial sangat besar dari mereka yang diperbudak," katanya.
Hakim Williams menjatuhkan vonis maksimum delapan tahun dua bulan hukuman penjara, yang akan berakhir pada Agustus 2027.
Terdakwa Kanbut juga dituntut dengan dua dakwaan dengan sengaja memiliki budak, yang diancam hukuman 25 tahun penjara.
Menurut psikiater yang memeriksa terdakwa dan didengar keterangannya dalam persidangan, Kanbut yakin para juri telah keliru dan hanya mendengar cerita sepihak saja.
Dia baru berhak mengajukan pembebasan bersyarat pada Agustus 2024.
Mari Bergabung bersama kami di Pelangi Q Q (,) me
Situs Impian Para pecinta dan peminat Taruhan Online!!
Segera Daftarkan diri Anda di PelangiQQ dan dapatkan Bonus yang
sudah tersedia. Agen Poker Online Terpercaya dan Terbesar di
Indonesia yang menggunakan Uang Asli.
MINIMAL DEPOSIT & WITHDRAW Rp 25.000
PelangiQQ Menyediakan 8 Permainan yang bisa di mainkan hanya
dengan 1 User ID,yaitu:
* Bandar66 (NEW GAME)
* SAKONG
* Poker
* Domino99
* Capsa susun
* AduQ
* BandarQ
* Bandar Poker
Keunggulan PELANGI Q Q :
- PROSES DEPO & WD MUDAH TANPA RIBET
- PROSES DEPO & WD TERCEPAT
- KARTU-KARTU BERKUALITAS DISAJIKAN
- CS RAMAH & INSPIRATIF SIAP MEMBANTU 24JAM
- TIPS & TRIK MENJADI KEUNGGULAN SITUS INI
- DAN TENTUNYA DEPOSIT YG TERJANGKAU BOS!!(MINIMAL DEPO & WD 25RB)
Nikmati juga HOT PROMO bersama kami:
* BONUS TURNOVER 0.3% (DIBAGIKAN SETIAP 5 Hari 1x)
* BONUS REFERRAL 15% (SEUMUR HIDUP)
Tunggu apalagi bos!! langsung daftarkan diri anda di PELANGI Q Q
Bagaimana cara mendaftar? SIMPEL bos!!
cukup kunjungi kami PELANGI Q Q
klik daftar dan daftarkan diri anda
atau bisa juga hubungi kami melalui LiveChat dan BBM yang akan
melayani Anda 24 jam nonstop.
- SKYPE : PELANGIQQ
- LINE : PELANGIQQ
- FACEBOOK : PokerPelangiReborn
- WhatssApp : 6281231804952
Salam Sukses & Hoki
PELANGIQQ
#PelangiQQ
#PokerOnline
#AgenPoker
#PokerIndonesia
#SitusPoker
#BandarQ
#CapsaSusun
#DominoQQ
#Domino99
#AgenBadarQ
#AduQOnline





Comments
Post a Comment